Follow Me

Jangan Menghalangiku! Aku sendiri Tak Tahu Kemana Kakiku Akan Melangkah!

19 May 2014

kamu yang menye-menye

ketika seiring berjalannya waktu...
perlahan-lahan berubah

Kamu yang begitu cinta dengan motor, kali ini bertambah dengan memelihara ikan
Kamu yang dulu menye-menye, sekarang udah nggak se-menye dulu

Haha
Kadang aku juga butuh kamu yang menye-menye
Yang ngerengek
Yang.....manja
Sekarang udah nggak gitu lagi
Terlebih lagi, ketidakingintahuanmu mengenai aku
Entahlah....

Mungkin kau sibuk dengan permainanmu.

16 May 2014

Bertahanlah...

Ketika aku, kamu, dan setiap kepingan hati yang mengikuti

Selalu di luar dugaanku, di luar ekspektasiku, di luar keinginanku

Berusahalah...
Aku melihatmu tanpa usaha, dan kadang merasa hati cukup lelah menghadapimu

Bertahanlah

Sincerly,
Yours

03 May 2014

andai kita sekota. iya......andai

Aku selalu memeluk guling sebelum akhirnya terlelap dengan milyaran mimpi yang menanti memasuki alam bawah sadarku

Andai....

Andai kita sekota
Mungkin dalam seminggu kita menghabiskan waktu bersama
Saling ngajak makan yang dalam seminggu untuk kesekian kalinya
Kita bakalan ngerjakan tugas bareng sampe malem, saling bantu
Kita bakalan sering main bareng, hedon bareng
Kita bakalan balik rumah bareng bareng
Kita bakalan........

Aku tak sanggup lagi mengatakan apa yang seandainya bisa aku lakukan bersamamu


Semua hanya andai..
Iya
Andai.....

01 April 2014

hai, april!

Hai, April!

What's up?

Moga........................
Makin indah dan membahagiakan




Amin :)

28 March 2014

"sabar ya, sayang"

Sabar...

Kata Rama, kalo sabar bakalan nyenengin
Kata Rama, kalo sabar nanti bakal diajakin
Kata Rama, kalo sabar nanti bakal ketemu
Kata Rama, kalo sabar bakal bahagia
Kata Rama....

Aku bukan tipikal orang yang sabar, berbeda dengan Rama
Aku yang lebih maunya cepat dan seenaknya sendiri

Layaknya sekarang ini, kita yang terpaut jarak dan aku yang selalu ingin dia cepat pulang, cepat menemuiku

Karena aku pikir, aku membutuhkanmu...

27 March 2014

menyebalkan.

aku menghabiskan dua hari ini untuk menangis.

Pertama untuk kesalahanku akan sesuatu, kedua untuk sesuatu yang melukaiku, ketiga untuk respon yang tak diharapkan.

Sesenggukan hebat sampai sampai paginya aku enggan untuk kuliah dan akhirnya bolos kuliah pagi.

Semua orang memang berpotensi untuk melukai, termasuk juga aku. Namun melukai itu sering dilakukan dengan.....yaaah dengan tidak sengaja.

Hal ini membuatku enggan untuk membuka mata, hati, telinga. Aku membutuhkan sosok lain yang mampu menemaniku di kala kalut layaknya sekarang. Namun orang orang yang kuharapkan semua terhalang oleh kesibukan masing masing, bahkan jarak yang membentang.

Aku enggan bertemu mereka. Tanpa sadarnya, aku merasa terasingkan. Lihat saja saat berjalan kaki, duduk, atau...entah. sebenarnya aku bukan orang yang pandai membaca nonverbal orang lain. Namun aku menggunakan rasa. Rasa yang menurutku tak biasa.

Mencari satu yang pasti itu susahnya bukan main. Dea beruntung sudah menemukan Mbah yang bisa diandalkan dalam segala hal, begitu juga sebaliknya. Aku belum menemukan. Belum. Kapan?

Aku selalu sok mandiri. Sok apa apa bisa aku kerjakan sendiri. Padahal kalau ditelisik lagi, aku nggak bisa. Aku butuh sosok yang lain. Tak perlu kuantitas.


Namun, kualitas.

20 March 2014

kapan pulang?



Kapan pulang?








Hanya kata itu yang muncul apabila mendekati weekend
Alias aku sudah tak mampu menahan rindu
Dan enggan untuk menunggu lebih lama lagi karena ingin cepat bertemu.






Aku rindu






Itu jawaban selanjutnya yang kulayangkan setelah dia menjawabnya.