Follow Me

Jangan Menghalangiku! Aku sendiri Tak Tahu Kemana Kakiku Akan Melangkah!
Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

27 March 2014

menyebalkan.

aku menghabiskan dua hari ini untuk menangis.

Pertama untuk kesalahanku akan sesuatu, kedua untuk sesuatu yang melukaiku, ketiga untuk respon yang tak diharapkan.

Sesenggukan hebat sampai sampai paginya aku enggan untuk kuliah dan akhirnya bolos kuliah pagi.

Semua orang memang berpotensi untuk melukai, termasuk juga aku. Namun melukai itu sering dilakukan dengan.....yaaah dengan tidak sengaja.

Hal ini membuatku enggan untuk membuka mata, hati, telinga. Aku membutuhkan sosok lain yang mampu menemaniku di kala kalut layaknya sekarang. Namun orang orang yang kuharapkan semua terhalang oleh kesibukan masing masing, bahkan jarak yang membentang.

Aku enggan bertemu mereka. Tanpa sadarnya, aku merasa terasingkan. Lihat saja saat berjalan kaki, duduk, atau...entah. sebenarnya aku bukan orang yang pandai membaca nonverbal orang lain. Namun aku menggunakan rasa. Rasa yang menurutku tak biasa.

Mencari satu yang pasti itu susahnya bukan main. Dea beruntung sudah menemukan Mbah yang bisa diandalkan dalam segala hal, begitu juga sebaliknya. Aku belum menemukan. Belum. Kapan?

Aku selalu sok mandiri. Sok apa apa bisa aku kerjakan sendiri. Padahal kalau ditelisik lagi, aku nggak bisa. Aku butuh sosok yang lain. Tak perlu kuantitas.


Namun, kualitas.

03 February 2014

Sipit On Vacation : Malang part 2


Liburan kali ini lagi-lagi ke Malang, namun dengan tujuan yang berbeda
liburan kali ini dilakukan pada tanggal 30 Januari - 1 Februari 2014
Kita tak lagi menggunakan motor sebagai alat transportasi, melainkan naik mobil :D
horaaaay!

Day 1
Hanya saja pak bos (kembon) minta dijemput di Surabaya, gerbang ITS tepatnya

 take a picture dulu otw menjemput pak bos

ceritanya liburannya cuman berenam, aku, mida, galuh, ojek, aji, dan pak bos (kembon)


 pak bos mulai nyempil di tengah

Sesampainya di kediaman pak bos yang ada di river side, arjosari pukul 4 sore
kita semua istirahat terlebih dulu melihat kondisi kembon yang sepertinya kurang sehat
baru lanjut lagi menuju ke pos ketan yang ada di alun-alun batu pukul 8 malam


 
narsis dulu :))

Jadwal hari pertama segitu dulu, malamnya makan di ceker depan carefour kemudian pulang, rumpik.


Day 2

Rencana hari kedua yaitu bertemu dengan laut
ya! PANTAAAAAAIIII.........

berangkat kesiangan, jam 11 siang karena enggan untuk bangun pagi


 narsis dulu, tetep

 persahabatan bagai kepompong :))

  
 rahasia kita terdalam adalah.......TONGSIS!!! Tongkat Narsis
tongsis sangat membantu kita semua dalam bernarsis ria
terima kasih buat mbaknya ojek yang telah meminjami kami dengan tongsis ajaibnya
:****

Berangkat Pantai....
karena hari ini hari Jumat jadi berhenti dulu di masjid buat jumatan
sembari nunggu, aku, galuh, mida narsis bareng deh di mobil



Kemudian lanjut lagi perjalanan panjang...
oke, Pantai Gua Cina, sampai juga pukul 4 sore dengan jalan yang super terjal.


Haiiiii Pantaaaaaaaiiiii :D






 Hahaha, mencoba menjadi alay


 aku, galuh

 aku, galuh, mida


 kembon si dragon ball


 ojek


 aku, aji


 aku, mida

 aku, kembon


 Pantai Gua Cina :)


Next...
makan di Mie Jogging, Suhat
sayangnya lagi-lagi kembon nggak ikut turun, dia mendekam di mobil karena sakitnya kumat
gara-gara angin berlebih di pantai tadi




Day 3 

Bangun pagiiiiiiiihhhh....


 #ootd
hihihi :D

 entah ini gaya macam apa
semacam senam pagi kepala doang kali yaw

sebelum pulang narsis dulu di jendela rumah kembon yang asik buat foto-foto :))



 next...
taman safari cooy


di saat ngeblur itu menyebalkan --'





That's all
see you in the next vacation
loveyou all guys, terong dan cabe =))
♥♥♥

14 September 2013

Melamar

begini ya yang namanya cari kerja?
seperti ini ya tes tulis cari kerja?
kayak gini ya interview kerja?

jadi, ceritanya kemarin malam aku ditelepon nomor yang depannya 089, hanya saja saat itu aku nggak sempet buat ngangkat karena sibuk banget evaluasi Commersale 2013 (event Ilmu Komunikasi 2012). aku pikir juga anak-anak commers sendiri yang kebetulan nomornya nggak aku kenal.

and then, malem jam 22.00 sampe jam 22.30 nomor itu telepon lagi. aku mengangkatnya.
"Halo..."
dan ternyata itu dari DetEksi yang nginfoin kalo aku lolos CV terus tes tulis sm interview hari sabtu jam 11 pagi.
Yak, cus!

aku speechless baca beberapa pertanyaan di halaman pertama. aku buntu.
aku jawab sekenanya.

hingga ada satu gambar doraemon dengan pertanyaan. "Kalo ketemu doraemon mau minta apa?"
aku minta pintu ajaib, bukan untuk melihat masa lalu, melainkan aku ingin melihat masa depan.

next
interview. aku memang lemah dalamm hal speak up. jadi dijawab sekenanya aja

pengalaman itu berharga. semoga diterima, Amin o:)

27 July 2013

badmood




“Heh bro, lo tau nggak sih obat bete itu apa?”

Eza mengerutkan keningnya. “Bete?”

Aksa menganggukkan kepala. “Iya,, bete, bad mood. Lo tau nggak apa obatnya? Biar nggak bad mood lagi gitu maksudnya.”

Eza mengangkat kedua bahunya. “Kenapa emangnya?”

Aksa menghela napas panjang. “Gue bingung deh sama Luna. Lo tau banget kan kalo gue itu sayang banget sama dia. Tapi yang gue heran nih ya, dia hobi banget sama yang namanya bete. Dikit-dikit bete, apa-apa bete. Lha kan gue jadi bingung kudu gimana. Apalagi kalo ditanya gue harus gimana dia cuman bisa lempeng dan bilang nggak tau. Bete, kan?” Aksa membuang napas keras-keras. “Gimana menurut lo? Gue harus apa biar dia nggak bete terus?”

“Masalah lain kali?”

“Enggak, gue yakin nggak. Gue yakin ada yang salah sama diri gue sendiri. Tapi gue nggak tau apa itu. Apa mungkin respon gue ke dia salah ya?”

“Bisa jadi. Respon lo nggak sesuai sama yang dia harepin.”

Aksa menaikkan sebelah alisnya. “Terus?”

“Dia bete waktu lo sama samaan dia nggak?”

Aksa berpikir sejenak, kemudian… “Nggak tuh, dia kalo bete pas gue nggak sama dia.”

“Kalo lo ketemu dia, dia bete nggak?”
Aksa menggeleng cepat. “Nggak sama sekali. Dia sukanya ketawa mulu kalo sama gue.”

Eza menunjuk-nunjuk ujung hidung Aksa. “Nah! Itu dia. Dia bete karena nggak ada lo di sampingnya. Bisa jadi, kan?”

“Masa sih? Kan gue tetep kontakan sama dia?”

“Nah itu dia! Dia butuh wujud nyata lo di sebelah dia.”

“Lha kan gue bukan suaminya yang bakalan selalu di samping dia?”

“Hmmm…” Eza manggut-manggut. “Bisa jadi dia cemburu sama entah siapa yang ngehabisin waktu sama lo. Lo kan sering main sama anak-anak, futsal kek apa kek. Dan lo inget dia sering nungguin lo sampe kelar futsal tengah malem kan? Lo juga inget sampe dia ketiduran kan?”

Aksa manggut-manggut. “Apa bener itu ya?”

“Bisa jadi.” Tangkas Eza. “Dia butuh lo.”

“Mana bisa?” Aksa mengernyitkan dahinya. “Kalo di logika nih ya, gue nggak bisa terusan di samping dia. Gue juga punya dunia sendiri, temen-temen gue, keluarga gue misalnya.”
            “Lo harus punya pengganti lo buat dia.”

“Yang bener? Gue tergantikan dong?”

“Bukan gitu, maksudnya semacem permintaan maaf.”

“Gue harus…”

“Kasih apa yang dia suka..”

“Dia suka kalo gue ada di deketnya, bro..”

“Yang dia pengen, es krim, coklat, bunga, mungkin?” Eza menepuk bahu Aksa. “Lo harus kasih dia surprise kecil-kecilan biar dia seneng dan selalu ngerasa ada elo di deket dia.”

“Terus?”

“Ya lo kasih aja ke dia kalo lo ke rumahnya. Misal lo dateng terus kasih bunga, kan romantis. Lo harus bisa jadi sosok yang romantis.”

“Apa iya harus gitu? Lo kan tau sendiri gue bukan tipe yang kayak begitu.”

“Ya lo usaha, pe’a!” Eza menoyor dahi Aksa.

Aksa manggut-manggut. “Kalo nggak berhasil gimana?”

“Lo udah nyoba belom?”

“Belom.”

“Nah, jangan bilang nggak berhasil kalo belom nyoba. Paham?”

Aksa manggut-manggut.


**

Bete. Bad mood.

Aku sering mengalaminya, terutama sama Rama. Entah aku berasa jahat banget ngebetein dia.
Dan dengan sabarnya dia selalu bilang “Maaf, aku harus gimana?”
Entah aku yang kurang bersyukur mendapatkan sosoknya atau bagaimana, hanya saja aku selalu saja bete yang sebenarnya aku tau penyebabnya.
Aku cemburu.
Ya!
Aku cemburu. Sebenarnya bukan soal wanita yang lain. Hanya saja aku cemburu kalo dia selalu main sama teman-temannya yang sebenarnya juga temanku. Aneh? Banget.
Aku iri.
Layaknya hari ini. hari ini aku dari Surabaya sama Galuh. Entah fantasi harapan macam apa yang membuatku aka nada sosok Rama yang menungguku di depan rumah Galuh berniat untuk menjemputku. Akku tau itu tak mungkin terjadi. Rama manusia, dia sama sekali tak bisa tau apa yang ada di angan orang lain, aku misalnya.
Hanya saja…….aku menginginkan hal itu. Aku ingin Rama peka. Huf! Bodoh kan aku? Menyuruh seseorang untuk peka namun entah aku sudah peka atau belum. Bahkan aku pikir aku sama sekali nggak peka dengan keadaannya sekarang.
Aku : A | Rama : B
A : sori aku lagi bete badai, daaah
Masih deliver. Aku berharap! Ya! Aku selalu berharap Rama akan memberikan respon yang membuatku meleleh. Hmm seperti
B : lho… sayang bete kenapa? Maaf ya sayang dan blablabla
Pada kenyataannya..
B : Yauda kalo gitu, daaaah sayaaang :*
WHAT?!
Aku terharu, eh salah, aku sedih.
Secara logika, jawabannya memang tak ada yang salah. Namun secara rasa….bisakah kau memahaminya jauh lebih dalam apa yang tersirat?


Maafkan aku, sayang.